Selamat Datang di Website Resmi Bappeda Kabupaten Grobogan

Isu dan Permasalahan Pembangunan Perumahan dan Pemukiman PDF Print E-mail
Written by Admin   
Thursday, 08 March 2012 09:45

Perumahan dan PemukimanPengembangan permukiman baik di perkotaan maupun pedesaan pada hakekatnya untuk mewujudkan kondisi perkotaan dan pedesaan yang layak huni (livible), aman, nyaman, damai dan sejahtera serta berkelanjutan.

Permukiman merupakan salah satu kebutuhan dasar manusia. Pemerintah wajib memberikan akses kepada masyarakat untuk dapat memperoleh permukiman yang layak huni, sejahtera, berbudaya, dan berkeadilan sosial. Pengembangan permukiman ini meliputi pengembangan prasarana dan sarana dasar perkotaan, pengembangan permukiman yang terjangkau, khususnya bagi masyarakat berpenghasilan rendah, proses penyelenggaraan lahan, pengembangan ekonomi kota, serta penciptaan sosial budaya di perkotaan.

Perumahan sebagai salah satu kebutuhan dasar, sampai dengan saat ini sebagian besar disediakan secara mandiri oleh masyarakat baik membangun sendiri maupun sewa kepada pihak lain. Kendala utama yang dihadapi masyarakat pada umumnya keterjangkauan pembiayaan rumah. Di lain pihak, kredit pemilikan rumah dari perbankan memerlukan berbagai persyaratan yang tidak setiap pihak dapat memperolehnya dengan mudah serta suku bunga yang tidak murah.

 
Rencana Peningkatan Pengeloaan Persampahan di TPA Ngembak PDF Print E-mail
Written by Admin   
Saturday, 03 March 2012 07:29

TPA Ngembak PurwodadiPermasalahan persampahan telah menjadi permasalahan nasional sehingga pengelolaannya perlu dilakukan secara komprehensif dan terpadu dari hulu ke hilir agar memberikan manfaat secara ekonomi, sehat bagi masyarakat, dan aman bagi lingkungan, serta dapat mengubah perilaku masyarakat. Hal ini mengingat  pengelolaan sampah selama ini belum sesuai dengan metode dan teknik pengelolaan sampah yang berwawasan lingkungan sehingga menimbulkan dampak negatif terhadap kesehatan masyarakat dan lingkungan. Banyak daerah mengalami beberapa hambatan dalam mengelola sampah, baik hambatan dari aspek teknis, non-teknis, anggaran maupun pola hidup dan perilaku masyarakat yang belum memahami arti penting mengelola sampah.

 

Sampah yang dikelola dengan baik pada sektor hulu dengan prinsip 3R (Reuse, Redeuce, dan Recycle) tentunya akan mengurangi volume sampah yang akan dikirim ke TPA sebagai tempat pengelolaan sampah akhir (hilir). Perlu diketahui tiap tahun terjadi peningkatan volume sampah yang masuk ke tempat pembuangan akhir (TPA) Ngembak, Kecamatan Purwodadi sehingga membuat luasan lahan TPA semakin berkurang.

 
Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Grobogan Tahun 2011-2016 PDF Print E-mail
Written by Admin   
Friday, 02 March 2012 14:06

RPJMD Kabupaten Grobogan Tahun 2011-2016Amanat Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah, telah memberikan kewenangan yang luas, nyata dan bertanggung jawab kepada Kepala Daerah untuk melaksanakan pemerintahan di daerah. Pemberian kewenangan yang luas kepada Daerah memerlukan  serangkaian proses perencanaan, pengaturan dan koordinasi untuk lebih mengharmoniskan dan menyelaraskan pembangunan, baik Pembangunan Nasional, Pembangunan Daerah maupun Pembangunan Antar Daerah.

 

Dalam rangka mewujudkan sistem perencanaan pembangunan serta untuk menjamin agar kegiatan pembangunan berjalan selaras, efektif, efisien, tepat sasaran dan berkesinambungan, maka diperlukan perencanaan pembangunan daerah  yang  cermat,  tepat,  aspiratif   dan  prospektif. Untuk itulah maka Pemerintah memberlakukan Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional, dan ditindaklanjuti oleh Pemerintah Kabupaten Grobogan dengan menetapkan Peraturan Daerah Kabupaten Grobogan Nomor 14 Tahun 2005 tentang Tata Cara Penyusunan Rencana Pembangunan Daerah dan Pelaksanaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Grobogan.

 
Pembenahan Infrastruktur Jalan dan Jembatan di Wilayah Kabupaten Grobogan TA. 2012 PDF Print E-mail
Written by Admin   
Thursday, 01 March 2012 07:31

Pembenahan Infrastruktur Jalan dan Jembatan di Wilayah Kabupaten Grobogan TA. 2012

Kabupaten Grobogan dengan ibukotanya di Kota Purwodadi dapat dikatakan terletak pada posisi silang, karena dilalui jalur jalan Semarang-Purwodadi-Blora, Solo-Purwodai-Blora, Solo-Purwodadi-Pati, Solo-Purwodai-Kudus, serta jalan-jalan lain yang menghubungkan Kabupaten Sragen, Boyolali, Salatiga, dan Demak.

 

Melihat posisi strategis tersebut, perlu didukung dengan infrastuktur yang memadai, salah satu infrastuktur yang penting adalah infrastruktur jalan. Jaringan jalan sebagai salah satu prasarana infrastruktur merupakan komponen penting untuk menunjang pertumbuhan ekonomi. Sebagaimana diketahui, jaringan jalan di Kabupaten Grobogan kondisi fisik struktural maupun fungsional jalan masih belum mantap dalam mengakomodasi pergerakan orang dan barang. Permasalahan teknis, alam, maupun terbatasnya anggaran merupakan factor-faktor yang menjadi hambatan dalam peningkatan kualitas jalan yang lebih baik.

 

 
Selayang Pandang Kegiatan Wismp Kabupaten Grobogan PDF Print E-mail
Written by Admin   
Wednesday, 29 February 2012 12:48

wismp kabupaten grobogan Kabupaten Grobogan merupakan salah satu kabupaten yang bertumpu pada sektor pertanian khususnya sebagai penghasil pangan Wilayah Provinsi Jawa Tengah, dengan produksi padi sawah pada tahun 2009 sebesar 719.495 ton/tahun.  Produktifitas pangan tersebut didukung dengan luas lahan baku pada saat ini adalah 64.790,210 Ha, yang terdiri atas sawah beririgasi teknis seluas 18.394,780 Ha, sawah beririgasi setengah teknis 1.658,000 Ha, sawah beririgasi sederhana 10.609,260 Ha dan sawah tadah hujan 34.128,170 Ha (Sumber: Grobogan dalam angka 2011).

 

Salah satu permasalahan utama dalam pembangunan pertanian tanaman pangan khususnya komoditas beras adalah dalam hal penyediaan air irigasi secara berkelanjutan.  Kenyataan yang ada bahwa kualitas sumber daya manusia baik petani pemakai air maupun aparat pemda pada umumnya masih sangat terbatas sehingga mempengaruhi kemampuan dalam mengelola sumberdaya air.  Di pihak lain kondisi pelayanan dan penyediaan infrastruktur pengairan mengalami penurunan kuantitas dan kualitasnya, yang akan berpengaruh terhadap produktifitas lahan, dan akhirnya berpengaruh terhadap kesejahteraan petani.  Oleh karena itu diperlukan upaya peningkatan kualitas SDM aparat maupun petani dalam pengelolaan sumberdaya air serta peningkatan partisipasi petani dan kelompok tani dalam operasi maupun pemeliharaan jaringan irigasi.  Untuk mendukung program pengelolaan sumberdaya air dan irigasi tersebut Kabupaten GROBOGAN mulai tahun anggaran 2006 sampai dengan 2010 telah melaksanakan kegiatan Water Resources and Irrigation Sector Management Program APL I. Kabupaten Grobogan juga terpilih lagi untuk mengikuti program WISMP 2.  

 
«StartPrev123NextEnd»

Page 1 of 3
Copyright © 2012 Bappeda | Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Grobogan.
Joomla themes created by Lonex.