iden

Info

Agro Expo untuk Bendung Buah Impor

Produk hortikultura termasuk buah-buahan dari luar negeri belakangan ini semakin membanjiri Indonesia. Menyikapi hal itu, petani di Indonsia dituntut berani bersaing, baik dari segi kuantitas, kualitas, kontinuitas maupun harga. Hal ini karena konsumen semakin menuntut produk yang bermutu, aman konsumsi dengan harga yang kompetitif.

"Dengan adanya Argo Expo 2013 yang dilakukan Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura (Dinpertan THP) Grobogan, saya harapkan dapat memacu semangat kita untuk senantiasa mencari inovasi atau hal-hal yang baru yang mampu meningkatkan daya saing bangsa dalam usaha meningkatkan produk dan kualitas hortukultura," kata Dirjen Hortikultura Kementerian Pertanian yang dibacakan Direktur Budidaya dan Pasca Panen, Ir Rahman Pinem MM pada acara Agro Expo 2013 di Komplek Kantor Dinpertan TPH Grobogan, Jumat (7/6).

Dalam kesempatan itu dilakukan penyerahan bantuan benih dari PT Ewindo kepada SMPN 2 Toroh dan SDN 16 Purwodadi. Penyerahan dilakukan istri Bupati Ny Diah Bambang Pudjiono dan istri Wabup Ny Suryati Icek Baskoro. Diakui Rahman, Grobogan merupakan daerah penghasil produk hortikultura terutama buah-buahan dan sayuran, disamping juga tanaman pangan lainnya.

Pemasarannya tidak hanya dipasarkan di Grobogan, namun juga di kota-kota besar lainnya, seperti Semarang, Solo, Yogyakarta, bahkan juga sampai Jakarta dan ekspor ke luar negeri.

"Contohnya andalan Grobogan adalah buah melon. Saya berharap produksi dan kualitas buah jenis ini dapat terus diperbaiki mutunya. Penerapan good agricultural practices ini berlaku juga untuk produk hortikutura lainnya, baik sayuran, tanaman obat maupun florikultura," ulasnya.

Potensial

Sementara itu Bupati Grobogan H Bambang Pudjiono SH menegaskan, sebagai daerah agraris, daerahnya sangat potensial untuk mengembangkan tanaman pangan dan hortikultura. Bahkan Grobogan juga telah mencetuskan kedelai Varietas Grobogan yang sudah lolos sertifikasi dari Kementrian Pertanian.

"Kedelai Varietas Grobogan juga tidak kalah dengan kedelai impor dari Amerika. Bahkan kandungan proteinnya sampai 40 persen, sedangkan kedelai impor hanya sekitar 30 persen," katanya.

Berkaitan hal itu, Kepala Dinpertan TPH Grobogan Ir Edhie Sudaryanto MM menyampaikan, Agro Expo Hortikultura yang akan berlangsung hingga tanggal 11 Juni 2013 tidak hanya sebagai ajang pameran alat, mesin, benih pertanian dan buah-buahan.

Akan tetapi juga memamerkan percontohan lahan pertanian padi dan hortikultura, bazar produk segar dan olahan, tanaman hias, pelatihan pembuatan makanan, lomba jagung dan buah terbesar, serta lomba mewarnai gambar dan puisi.

sumber: suaramerdeka.com