iden

Info

Potensi Gas Alam Kabupaten Grobogan Belum tersentuh Investor

BELUM tenar memang, keterkaitan antara gas alam dan Kabupaten Grobogan. Kebanyakan orang saat membicarakan salah satu energi bumi tersebut lebih sering menyebut nama kabupaten tetangga, Blora yang terkenal dengan pertambangan minyak di Blok Cepu.

Padahal, di Kabupaten Grobogan itu beberapa kali ditemukan sumber gas alam. Pada 2004 misalnya, Warga Dusun Tanjungsari, Desa Tanggungrejo, Kecamatan Wirosari dikejutkan adanya kobaran api yang muncul dari dalam sumur bor di depan rumah Atmaturmuji alias Kasmadi (28). Diduga kobaran api itu berasal dari gas alam yang keluar dari dalam sumur.

Hal itu juga dialami Suparjan, warga Kampung Pucang Kelurahan Kecamatan Grobogan pada 2008. Saat ia membuat sumur bor di pekarangan rumahnya keluar gas dibarengi lumpur berwarna hitam kecoklatan.

Potensi gas lainnya adalah Api Abadi Mrapen di Desa Manggarmas, Kecamatan Godong, Kabupaten Grobogan. Kawasan ini terletak di tepi jalan raya Purwodadi - Semarang, berjarak 26 km dari kota Purwodadi.

Di tempat tersebut terdapat fenomena geologi alam berupa keluarnya api dari dalam tanah yang tidak pernah padam walaupun turun hujan sekalipun. Hal itu menunjukkan tak tertutup kemungkinan di lokasi lain di Kabupaten Grobogan menyimpan potensi yang sama.

”Sudah tiga tahun ini, di desa saya ada pengeboran pencarian potensi gas alam oleh rekanan PT Pertamina. Bahkan kegiatan pencarian itu masih berlangsung sampai sekarang,” kata Iwan Suhadi, warga Desa Sengonwetan, Kecamatan Kradenan, kemarin.

Dimanfaatkan

Bahkan, belum lama ini, Suratmin (58), warga Dukuh Merbung, Desa Kemloko, Kecamatan Godong memanfaatkan semburan gas yang muncul di areal persawahan sebagai pengganti gas elpiji.

Bermodal selang sepanjang kurang lebih 500 meter, kini ia mampu menikmati gas alam gratis sebagai bahan bakar.

”Sebenarnya gas alam tersebut telah ditemukan pada sepuluh tahun lalu. Namun saya baru memanfaatkan aliran gas tersebut sejak dua tahun lalu,” kata Suratmin sambil memperlihatkan kompornya yang menyala dari hasil gas alam tersebut.

Dia mengatakan, hingga saat ini pemerintah maupun pihak lain yang meneliti kandungan gas yang berasal dari sawahnya. Meski demikian, dia juga tak akan mengumumkan kepada khalayak tentang keistimewaan sawahnya yang bisa mengeluarkan gas alam tersebut.

Potensi gas alam tersebut bisa dikatakan masih perawan. Sebab, belum dimanfaatkan secara maksimal. Banyak pihak berharap di Kabupaten Grobogan ditemukan sumber-sumber gas alam lainnya yang dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Paling tidak, dari aktivitas pengeboran tersebut membawa dampak penambahan PAD Kabupaten setempat yang akan digunakan untuk pembangunan infrastruktur.

Bupati Grobogan, H Bambang Pudjiono SH mengatakan, Pemkab membuka pintu selebar-lebarnya bagi investor.

sumber: suaramerdeka.com