Tips Agar Tidak Menjadi Korban Hoax

Print

ilustrasi stop hoax 5c42a574c112fe1210204bdc               

Penyebaran berita palsu atau hoax kian sulit dikendalikan seiring berkembangnya teknologi. Banyak platform media sosial dan chat yang digunakan pihak tidak bertanggung jawab untuk menyebarkan hoax, seperti Facebook dan WhatsApp.

Secara khusus, hoax ini juga banyak bermunculan dalam beberapa hari terakhir. Agar tidak menjadi korban hoax, sekaligus membantu mengurangi penyebarannya lewat media sosial, detikINET telah merangkum sejumlah tips yang dapat dicoba agar bisa tetap waspada.

1. Lihat Keanehan di Berita
Berita palsu biasanya memiliki judul yang bombastis agar terlihat mengejutkan. Isinya juga biasanya menggunakan bahasa yang provokatif dan memanfaatkan isu-isu yang sedang tren, isu SARA, tokoh-tokoh terkenal, instansi pemerintah maupun swasta.

2. Perhatikan Sumber Berita
Pastikan berita tersebut ditulis oleh media atau sumber yang memiliki reputasi dan akurasi yang baik serta telah terverifikasi oleh dewan pers. Jika berita tersebut berasal dari organisasi yang tidak dikenal atau media yang belum terverifikasi oleh dewan pers, ada kemungkinan berita tersebut berisi hoax.

3. Periksa Tanggalnya
Berita hoax biasanya tidak menyertakan tanggal kejadian yang bisa diverifikasi oleh pengguna. Ada juga berita yang tanggal peristiwanya sudah diubah.

4. Periksa Foto dan Video
Sama halnya dengan pesan teks, foto dan video yang diterima lewat media sosial jangan langsung dipercaya begitu saja. Karena ada kemungkinan foto dan video tersebut sudah dimanipulasi sehingga menyesatkan penerimanya. Untuk menelusuri sumber foto yang dicurigai, kalian bisa memanfaatkan fitur reverse search di Google Images.

5. Periksa Bukti Pendukungnya
Periksalah sumber informasi yang digunakan oleh penulis berita tersebut untuk mengetahui akurasinya. Kurangnya bukti atau digunakannya ahli yang tidak disebutkan namanya dapat mengindikasikan berita tersebut merupakan hoax.

6. Lihat Laporan Lainnya
Sebelum mempercayai dan meneruskan sebuah cerita yang dikirim lewat WhatsApp baiknya periksa ke situs yang terpercaya. Jika tidak ada sumber berita lainnya yang melaporkan berita yang sama, hal tersebut dapat mengindikasikan bahwa berita tersebut palsu. Jika berita tersebut dilaporkan oleh beberapa sumber yang Anda percayai, maka kemungkinan berita tersebut benar.