iden

Berita

bantuandifabel 1Bupati Grobogan Sri Sumarni memberikan penghargaan khusus pada atlit difabel Edi Nuryanto, Selasa (22/5/2018). Penghargaan diberikan atas keberhasilan Edi meraih medali emas cabang tenis meja beregu dalam ajang Asean Paragames akhir tahun 2017 lalu di Malaysia.

“Prestasi yang diraih ini cukup membanggakan karena didapat pada even tingkat Asean. Saya juga mohon maaf karena baru sempat memberikan penghargaan ini. Meski nilianya kecil, semoga penghargaan ini bisa menambah semangat untuk meraih prestasi,” kata Sri Sumarni, sebelum menyerahkan bonus uang senilai Rp 10 juta.

atlet klambu 1Bupati Grobogan Sri Sumarni merasa bangga dengan prestasi Aries Susanti Rahayu yang baru saja meraih medali emas dalam International Federation Sport Climbing (IFSC) World Cup di Chongqing, Tiongkok, Minggu (6/5/2018). Hal itu disampaikan Sri Sumarni saat memberikan tali asih senilai Rp 10 juta pada Aries di pendapa kabupaten, Jumat (18/5/2018).

“Saya merasa bangga karena akhirnya ada atlit dari Grobogan yang bisa dapat medali emas dalam kejuaraan panjat tebing tingkat dunia. Saya doakan agar suatu saat nanti bisa jadi juara dunia panjat tebing, termasuk juga dalam Asian Games mendatang,” kata bupati yang diamini para undangan yang hadir.

pasarmurah trlu 1Pelaksanaan kegiatan pasar murah resmi dibuka Bupati Grobogan Sri Sumarni di Balaidesa Truwolu, Kecamatan Ngaringan, Rabu (16/5/2018). Beberapa saat setelah dibuka, ribuan warga langsung menyerbu lokasi penjualan aneka sembako.

Meski demikian, pembelian sembako murah itu tetap berlangsung tertib. Soalnya, warga yang bisa membeli sembako murah itu sebelumnya sudah mendapat pembagian kupon khusus.

koor sekdes 1Selain memperhatikan aturan yang berlaku, para sekretaris desa (Sekdes) diminta menjaga hubungan baik dalam melakukan program pembangunan didesanya. Demikian disampaikan Bupati Grobogan Sri Sumarni saat membuka rakor pembinaan peningkatan kapasitas aparatur pemerintah desa yang dilangsungkan di pendapa kabupaten, Selasa (15/5/2018).

Menurut bupati, di beberapa desa sering mengalami hambatan dalam penyelenggaraan pemerintahan maupun pembangunan sarana dan prasarana. Hal ini bukan disebabkan terbatasnya dana yang dimiliki. Namun, kondisi ini terjadi karena hubungan yang tidak harmonis antara kepala desa dan perangkat desa. Khususnya, dengan sekretaris desa serta unsur badan perwakilan desa (BPD).