iden

Bidang Litbang

COVER

Ditengah persaingan global, tingkat daya saing merupakan salah satu parameter yang digunakan dalam konsep pembangunan berkelanjutan. Semakin tinggi tingkat daya saing daerah, semakin tinggi pula tingkat kesejahteraan masyarakatnya. Oleh karena itu, model Pengukuran IDSD yang dikembangkan oleh Kementrian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia adalah salah satu alat untuk mengukur potensi dan kinerja Pemerintah Daerah. Karena pada dasarnya, IDSD merupakan cermin produktivitas, kemajuan, persaingan, dan kemandirian suatu daerah. Dengan demikian positioning kita dengan daerah lain dapat diketahui guna perbaikan pembangunan di masa mendatang. Hasil pengukuran IDSD ini dapat dijadikan rujukan bagi Pemerintah Kabupaten Grobogan dalam membuat kebijakan yang lebih tepat, serta mendorong sinergi program antar sector untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.

Laporan Indeks Daya Saing Daerah (IDSD) Kabupaten Grobogan Tahun 2019 (Download disini)

 

Hasil dari Pengukuran Indeks Daya Saing Daerah (IDSD) Kabupaten Grobogan Tahun 2019 berdasarkan 4 aspek yaitu aspek Faktor Penguat, aspek Sumber Daya Manusia, aspek Faktor Pasar / Market, aspek Ekosistem Inovasi ; 12 Pilar ; 23 Dimensi ; dan 78 Indikator.

GBR

Keunggulan daya saing Kabupaten Grobogan adalah dari aspek Sumber Daya Manusia dengan nilai 0,124 dan aspek Ekosistem Inovasi dengan nilai 0,055. Upaya pengembangan klaster industri unggulan daerah, pengembangan dalam pembuatan kebijakan, memperkuat kelembagaan kelitbangan, dan meningkatkan daya saing iptek  untuk penguatan nilai daya saing Kabupaten Grobogan pada aspek Faktor Pasar / Market dan aspek Penguat yang masih perlu ditingkatkan. Selain itu mendorong implementasi inovasi adalah penting untuk upaya pengembangan Sistem Inovasi Daerah.